Seorang pasien berusia 89 tahun di Hong Kong Sanatorium and Hospital diduga kuat terjangkit penyakit Legionnaires setelah mengonsumsi air dari dispenser yang terkontaminasi. Otoritas kesehatan setempat telah mengkonfirmasi bahwa sampel dari dispenser air dingin yang ada di rumah sakit swasta di Happy Valley menunjukkan hasil positif untuk bakteri Legionella pneumophila dengan kadar yang jauh melebihi ambang batas keamanan yang ditetapkan untuk area dengan risiko tinggi di rumah sakit.
Pemeriksaan genetik juga menunjukkan bahwa strain bakteri yang ditemukan cocok dengan spesimen pernapasan pasien tersebut.
Akibat temuan ini, rumah sakit telah menghentikan penggunaan dispenser yang terpengaruh. Saat ini, sebanyak 137 pasien yang dirawat di lantai yang sama dengan pasien yang terinfeksi berada di bawah pengawasan medis, namun hingga saat ini tidak ada yang menunjukkan gejala penyakit tersebut.
Penyakit Legionnaires adalah bentuk pneumonia yang parah dan berpotensi mengancam jiwa, yang terjadi akibat inhalasi bakteri Legionella. Pasien tersebut telah dirawat di rumah sakit sejak 1 April karena beberapa penyakit penyerta, dan selama masa perawatan, ia sempat mengalami gejala seperti sesak napas.
Sesak napas pasien semakin parah pada 6 Juli, yang mendorong staf rumah sakit untuk mengambil spesimen pernapasan yang kemudian terdeteksi positif untuk Legionella pneumophila. Kondisi pasien membaik setelah menerima perawatan antibiotik yang tepat.
Kasus ini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga kebersihan dan keselamatan dalam penggunaan perangkat air minum, terutama di fasilitas kesehatan. Di Indonesia, meskipun kasus penyakit Legionnaires belum banyak dilaporkan, perhatian terhadap kebersihan dan sanitasi tetap menjadi prioritas utama untuk mencegah penyebaran penyakit yang dapat berpotensi fatal ini.